|
|
 |
Malam mulai menyelimuti gedung-gedung pencakar langit,jalan-jalan sudah mulai padat oleh kendaraan roda dua dan empat. lebih-lebih suara roda khas para pedagang roti bakar. klub-klub malam sudah mulai dipenuhi oleh orang-orang beruang dan borjuis lebih-lebih ekskutif muda yang butuh refreshing setelah full time bekerja seminggu penuh. para pengamen dan anak jalanan masih kelihatan serius bekerja dan bernyanyi di lampu merah dibawah jembatan layang kota metropolitan itu. nampak di sepanjang jalan di penuhi oleh para pekerja malam yang sedang menunggu pelanggan, mereka kebanyakan mengincar para ekskutif muda dan om-om yang beruang.
Uang dan unglah yang membuat semuanya lancar tanpa uang bagaikan berada di neraka”ucap santi sambil mengoles-oles bedak di pipinya yang putih itu
“ya kenapa ya…….”balas anggi
“apakah selamanya kita harus seperti ini…..?”sambung tesa yang kelihatan risau belum dapat pelanggan itu
“anggi,tes….kok malam ini sepi banget ya,kalo gak da pelanggan sekarang kita mau makan apa besok”cetus santi sembari meremas-remas buah dadanya yang mulai kelihatan gatal itu.
“iya sepi banget,mungkin tuhan tidak kasihan lagi kepada kita karena tingkah kita selama ini”sambung anggi yang kemudian di tertawai oleh teman-teman seperofesi itu.
“anggi…..jangan ceramah disini donk….!!?”tukas tesa kesel
Teett……teetttt…..”suara mobil sedan yang berpelat Jakarta itu sambil menepi dan mengajak salah seorang diantara para pekerja malam itu.
“hi,bung…..”ucap sinta yang kelihatan sudah tidak tahan itu
“hi,naik yuk”ucap pemilik mobil sedan itu sambil membukakan sinta pintu depan mobilnya.mobil itu kemudian melaju kencang menuju sebuah hotel berbintang. sambil mengendarai mobil tangan kiri bung itu mulai meraba-raba paha sinta yang putih langsit itu. sintapun tidak mau kalah gerak dia semakin memasukkan tangan bung itu kedalam rok mininya itu sehingga dia kelihatan mulai mendesah.
“periit….periiiit…..”suara peluit tukang parkir hotel. bung itu langsung memarkirkan mobilnya dan mengajak sinta jalan kedalam hotel
“embak ada kamar yang kosong gak…”tanyanya kepada petugas hotel
“ada bung…,pesan untuk berapa orang”tanyanya
“satu embak…”balas bung itu kembali
“oya kamar 356 dan nih kunci kamarnya”sambung petugas hotel itu sambil memberikan konci kamarnya.
Sinta dan bung itu mulai jalan menuju kamar yang di tentukan oleh petugas itu.
“treeeeeeeeeeeett……….”suara pintu kamar terbuka.
“masuk yuk….”sapa bung itu sambil menarik tangan sinta dan langsung mengonci kamar itu rapat-rapat.sambil berjalan menuju kamar tidur bung itu mulai memeluk sinta dari belakang dan meraba-raba pinggul dan bagian depan tubuh sinta yang montok itu perlahan-lahan dia mulai membuka baju dan celananya dalamnya penisnya kelihatan sudah mulai berdiri keras sinta yang kelihatan terangsang itupun langsung menanggalkan baju dan celana dalamnya, kini mereka sudah mulai babak yang membawa mereka kedalam dunia yang tidak pernah akan terlupakan itu. pelan-pelan bung itu meraba-raba payudara sinta dan kemudian memasukkan penisnya yang sudah mulai kelihatan memanjang itu kedalam vagina sinta
“ouhh…ouhh…..”deris sinta sambil memeras-meras kedua buah dadanya yang besar itu. bung itu semakin keras mendorong penisnya masuk kedalam vagina sinta sampai berlumuran degan air kental yang keluar dari vagina sinta itu.
“ouh…ouh….nikmatnya”cetus bung itu sambil memegang buah dada sinta. sinta semakin bergairah.dunia terasa milik mereka berdua sesuatu yang seharusnya tidak terjadi akhirnya terjadi malam itu. sinta kelihatan mulai lemas begitu juga bung itu yang kemudian dengan pelan-pelan mencabut penisnya dari vagina sinta dan langsung ke kamar mandi. sinta yang masih kelihatan tergeletak telanjang bulat di atas spring bed, tubuhnya kelihatan kaku. setelah dari kamar mandi bung itu kemudian merapikan pakaian dinasnya seperti semula dan mengambil dompetnya yang berisi lembaran-lembaran merah bertulisan ratusan itu dan menaruh uang itu di antara kedua buah dada sinta.sinta akhirnya terbangun dan mulai menyadari apa yang telah ia lakukan malam itu karena takut di ketahui polisi tanpa membersihkan diri akhirnya ia pun bersegera merapikan pakaiannya dan menaruh uang itu kedalam tasnya dan mulai mengikuti bung itu untuk mengantarnya ketempat mangkalnya.
Sesampainya di tempat mangkalnya sinta kemudian turun dari mobil bung itu,mobil itu kembali melaju kearah awalnya. teman-teman sinta yang seperofesi masih kelihatan menunggu pelanggan.sambil berjalan agak tersendat-sendat sinta mendekati temannya.matanya mulai berbinar-binar ketika melihat beberapa lembar uang bernilai ratusan ribu itu ada di tangannya, kini hatinya tidak gundah lagi namun sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya sudah di renggut oleh manusia-manusia yang berhidung belang, kini ia hanya bisa meratapi akan semua hal itu namun bagaimanapun juga ia harus menanggung semua akibatnya.demi menyambung hidup mau gak mau ia harus meneruskan perofesinya itu demi mencukupi kehidupannya ditengah kehidupan yang semakin mencekik leher itu.
“hi…..”sapa sinta dengan suara agak lemas
“hi juga,gimana kencan kamu sama bung itu sin……”tanya tesa yang mulai menyapa pelanggannya itu
“wah seru abis…….!!?sambungnya sambil menutup tas kecil dan memasukkan lembaran-lembaran uang ke dalam tas kecil warna gray. sinta mulai meninggalkan tempat mangkalnya menuju tempat tinggalnya yang tidak jauh dari lokasi itu. sampai rumah kontrakannya sinta mulai merasakan ada sesuatu yang gatal di sekeliling vaginanya iapun mencoba untuk menggaruk-garuknya bintik-bintik merah itu semakin gatal saja yang membuat sinta semakin tidak tahan, darah mulai kelihatan mengalir dari dalam vaginanya ia semakin khawatir akan kesehatan alat reproduksinya itu iapun kemudian bergegas pergi ke kamar mandi dan membersihkannya namun darah itu semakin saja mengalir bak tidak ada habisnya, darah yang mengalir itu beraroma tidak sedap
“bau…bau…..”ucapnya sambil mencoba membersihkannya dengan sabun dove. kehawatiran akan terkena penyakit HIV ia kemudian mengambil beberapa butir pil pembersih vagina dan membunuh janin yang ada di dalam laci meja riasnya itu. kini rasa perih dan darah itu mulai kelihatan mereda namun ia yakin bahwa penyakit itu pasti akan menghampirinya selama ia masih melakukan pekerjaannya itu.
Tanpa disadari ia pun tertidur tak sadarkan diri.malam kota metropolitan itu seolah olah tidak mau tahu akan apa yang terjadi dengan warganya,suara bar dan diskotik masih saja terdengar ramai oleh pengunjjung yang memang non-stop itu. para pekerja malampun tidak mau ketinggalan untuk menawarkan kenikmatan tubuh mereka kepada lelaki-lelaki berhidung belang yang tidak pernah merasa puas dengan seks yang diberikan oleh isterinya itu. |
|
 |
|
|
|
cari ce itu sma kyk cari bunga...Mawar atau Melati
"mawar"..cantik,harumsih...Tp...banyak yang suka...banyak yang akan memetik dia....dan biasanya ya yang terlalu cantik itu ahirnya Nyakitin tw.....
....mending Melati....
Sejuk,indah kalo dipandang,tenang,,,kayak gda MazaLah gt...tp terserah teman2....itu hanya gmbaran ja ko....he2 |
|
"Mencintaimu adalah hal terindah dalam hidupku
Memimpikanmu adalah sesuatu yang sangat membahagiakanku
Merindukanmu tak pernah membosankan
Namun aku sadar, sangat menyadari
Untuk memilikimu adalah hal yang paling tak mungkin
Ada sebuah dinding pemisah terbentang luas membatas"
|
|
"Kalau orang lain menilai anda jelek, jangan skeptis, penilaian
manusia tidak selalu benar ... THE TRUTH IS OUT THERE (Yang bener boleh
keluar)".
|
|
|
 |
|
| |
|
|